Just Dream or Destiny

Cast : Choi Minho, Lee Taeyeon
By : bluesch
a/n : ini bisa juga dibilang ff pertamaku yang tertulis karena sedikit paksaan tugas bikin cerpen haha. Tentu saja dengan perubahan nama tokoh kkkk. Tapi tenang, ini sudah saya remake sedikit ceritanya. Maapin ya kalo rada awkwark sama konfliknya, namanya jg masih bocah waktu nulis -3-

nb : Lee Taemin as Lee Taeyeon. She is a beautiful girl.

– CUE –

Hari sudah petang, sudah saatnya anak kelas tiga pulang. Seorang namja yang sedang berjalan seorang diri, wajahnya terlihat kusut dan tidak menampakan semangat saat pulang. Bagaimana tidak? rutinitas kelas tiga yang ia jalani begitu membosankan. Minho namanya. Ia adalah salah seorang siswa disalah satu SMA favorit di Seoul. Ia dikenal sebagai siswa yang pintar, baik, dan tentu saja terkenal karena wajahnya yang memang idaman hampir semua yeoja di sekolahnya.

“Aku pulang!” sapa Minho setelah membuka pintu rumahnya.

“Eoh? Kau sudah pulang Minho? Mau langsung makan atau mandi dulu? Kau bau, sayang,” sambut eommanya hangat dan diiringi kekehan Minho.

“Mau mandi dulu. Kalau sudah wangi kan jadi tak malu dinner bersama eomma cantikku.”

“Gombal. Yasudah, mandi dulu sana!”

“Iya,”

Eomma Minho adalah seorang single parent dan memiliki satu anak, Minho. Mereka hanya hidup berdua, sejak Minho masih kecil. Appanya tidak tahu pergi kemana. Dia lepas tanggung jawab atas Minho dan eommanya dengan alasan yang tidak jelas. Dan sekarang, eommanya yang banting tulang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pantas jika Minho sangat menyayangi eommanya.

Tak lama kemudian, Minho turun ke ruang makan. Eommanya sedang mempersiapkan makanan untuk mereka berdua. Minho duduk di salah satu bangku.

“Mau eomma ambilkan?” tawar eommanya lembut.

“Tidak usah. Aku bukan anak kecil lagi, aku bisa ambil sendiri, Eomma.” tolak Minho dengan lembut pula.

Tak berapa lama makan malam mereka selesai setelah Minho cerita panjang lebar mengenai kebosanannya menjalani runitas kepada eommanya. Eomma Minho sekarang sudah istirahat di kamar. Giliran Minho yang bersih-bersih piring kotor, tak tega jika harus eommanya semua yang harus mengerjakan. Paling tidak ia bisa membantu sedikit untuk mengurangi pekerjaan beliau.

Selesai cuci piring, Minho masuk kamar dan mengerjakan tugasnya. Tugasnya belum terselesaikan, tapi Minho malah sudah tertidur di meja belajarnya karena kelelahan di sekolah tadi.

“Minho.. Minho..” tiba-tiba terdengar suara asing.

“Eh? Siapa yang memanggil?” herannya dalam hati sambil mengerjapkan matanya sejenak.

“Minho.. Minho..” suara asing itu terdengar lagi.

“Siapa sebenarnya? Kulihat tak ada orang disekitar sini. Dan ini dimana pula?” dia terus bertanya-tanya dalam hati sambil celingukan karena ia berada di tempat asing menurutnya.

“Hai, Minho! Kau yang bernama Minho, kan?” tiba-tiba muncul seorang yeoja yang mengenakan dress pendek, ia cantik, rambutnya panjang, senyumnya juga manis. Terlebih, bibir plum itu. Ugh.. Begitu menggoda.

“I-Iya. Siapa kau?” Minho gugup karena tiba-tiba ada seorang yeoja dibelakangnya.

“Perkenalkan, aku Taeyeon. Lee Taeyeon. Aku… orang yang tinggal daerah sini,” ucapnya sedikir ragu sembari mengulurkan tangan dan tersenyum cantik hingga membuat Minho ternganga.

“Eh, iya, aku Minho. Choi Minho. Senang berkenalan denganmu, Taeyeon-ssi,” Minho membalas uluran tangan Taeyeon.

“Senang berkenalan denganmu, Minho,”

Minho tak tahu ia sedang berada dimana, yang jelas tempat ini sangat indah, sejuk, nyaman. Seingatnya, tadi ia sedang mencuci piring lalu mengerjakan tugas dan tertidur. Minho tidak menanyakan mengapa yeoja itu mengetahui namanya, ia gugup sampai tak bisa bicara.

Mereka berdua berbaring di pinggiran danau, namun tak banyak kata yang terlontar dari mulut mereka. Udara disana sangat sejuk, sehingga bisa membuat orang merasa nyaman dan sejahtera. Termasuk Minho. Ia sekarang sudah terlelap karena sejuknya udara tersebut. Dan mungkin karena bosan tak ada percakapan diantara mereka.

“Minho! Minho! Bangun! Sudah pagi!” suara eomma membangunkan Minho yang terlelap.

“Eung… Eh, Eomma,” ia terbangun dan bingung eommanya sudah disampingnya.

“Cepat bangun! Ini sudah pagi. Apa kau tak mau berangkat sekolah?”

“Iya, Eomma,” Minho linglung teringat yeoja yang bernama Taeyeon dalam mimpinya semalam. Mengapa terasa seperti nyata? Pikirnya.

•••

Biasanya jam 06.30, Minho sudah sampai disekolah. Namun berbeda dengan pagi ini, ia berangkat sekolah sedikit terlambat, sampai lari-lari kecil untuk mengejar waktu. Sekolah Minho termasuk sekolah yang sangat disiplin, jam 07.00 gerbang sekolah sudah ditutup oleh Pak Satpam.

Untungnya, masih ada waktu sekitar 5 menit sebelum bel masuk dan gerbang belum ditutup.

“Hah.. Hosh.. Hosh.. Untung saja pintu gerbang belum ditutup,” ia berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya.

Setelah nafasnya sudah mulai teratur lagi, ia meneruskan perjalanannya menuju kelas.

Brukk! Suara tasnya yang ia letakkan dimeja terdengar seperti kesal.

“Tumben sekali kau berangkat siang, Minho?” tanya teman sebangkunya yang bernama Key.

“Molla, mungkin karena terlalu siang bangun. Padahal tidak terlalu malam tidurnya. Yang terpenting kan tidak terlambat,”

“Betul juga. Yasudah lah, mengapa dipikirkan, bukan masalahku juga kan kalau kau terlambat?”

“Eh? Teman macam apa itu? Sini kau!”

Pletak!

“YA! INI SAKIT, BODOH!” teriak Key setelah kepalanya dipukul menggunakan buku yang baru Minho keluarkan dari tasnya.

“Bukan urusanku,” jawabnya santai tak acuh kepada Key yang masih kesakitan atas perlakuannya.

“Aish.. Kau menyebalkan Minho!”

“Terima kasih,”

•••

Rutinitas anak kelas tiga di sekolah Minho memang seperti ini, ada tambahan pelajaran sampai sore. Alhasil, hampir setiap hari Minho pulang sampai rumah sudah petang. Kecuali weekend pastinya.

“Aku pulang!” sepi, tidak ada sambutan dari eommanya seperti biasa. “Eoh? Eomma? Eomma?” seru Minho memanggil eommanya, namun tak ada respon. Kemana eomma? Apa belum pulang? batinnya.

Kringg.. Kringg..

“Halo?”

“Minho? Kau sudah pulang?” terdengar suara eommanya dari seberang sana.

“Sudah, Eomma. Aku baru saja tiba. Eomma dimana?”

“Maaf Minho, malam ini eomma tak bisa pulang cepat, harus lembur di kantor, kau tak apa kan dirumah sendiri?”

“Iya, aku tak apa, Eomma,”

“Jangan lupa makan malam dan istirahat, tak usah menunggu eomma pulang,”

“Iya, Eomma. Eomma juga jangan lupa makan,”

“Iya. Ya sudah, eomma tutup dulu ya telponnya,”

“Iya, Eomma,”

Tut tut tut..

“Huft… Dirumah sendiri, mau apa? Lebih baik mandi, lalu tidur,” katanya bermonolog ria.

Brukk! Minho membaringkan badannya setelah mandi dalam keadaan topless dan hanya memakai celana pendek. Tak lama kemudian, matanya mulai merasakan kantuk yang luar biasa dan akhirnya tertidur, bahkan belum sampat memakai bajunya.

“Kenapa rasanya dingin sekali disini?” Minho mulai merasakan semilir angin yang merasuki tulang-tulangnya.

“Minho! Apa yang sedang kau lakukan disini? Mengapa tak memakai baju?” kaget seorang yeoja yang ternyata Taeyeon. Dia melihat Minho yang sedang topless, lalu segera menutup mata dengan telapak tangannya.

“Eh? Maaf maaf, aku juga tak tahu mengapa bisa sampai disini,” ucap Minho sambil menutup sebagian tubuhnya yang ‘terbuka’ dengan tangannya yang sedikit kekar.

“Ini pakai! Untung aku bawa syal yang cukup tebal, pakai gih! Lumayan bisa menutupi badanmu. Pasti dingin kan?” ujarnya sambil menyerahkan sebuah syal kepada Minho yang bermotif anak ayam kuning lucu.

“Eh, iya, terima kasih,” Minho menerima syal itu lalu memakainya.

Sore ini, mereka bertemu lagi. Masih di tempat yang sama. Dari kejadian itu, mereka berdua mulai akrab dan saling bicara satu sama lain. Mereka berdua cerita panjang lebar dan tertawa terbahak-bahak. Hingga tanpa sadar Minho memejamkan mata untuk sejenak. Namun, waktu ia membuka mata kembali, ia sudah berada di kamarnya dan hari sudah pagi. Tetapi ada yang aneh.

“Eoh? Bukankah ini syal milik Taeyeon dalam mimpi semalam? Kenapa bisa disini?” ia bingung, sambil bermonolog. “ah. Mungkin eomma yang memakaikan tadi malam karena aku tak pakai baju,”

Setelah mandi dan bersiap-siap untuk berangkat sekolah, Minho turun ke ruang makan. Sudah ada eommanya disana yang sedang mempersiapkan sarapan.

“Pagi, Eomma,” sapa Minho sambil tersenyum senang.

“Pagi juga, Minho-ya,” sahut eommanya tersenyum pula.

“Eomma, aku berangkat dulu ya?” ia berpamitan dengan eommanya.

“Tidak sarapan dulu?”

“Sudah. Ini,” ucapnya meringis sambil menunjukkan roti yang tadi diambilnya dimeja makan.

“Ck.. Dasar,” eommanya hanya bisa tersenyum melihat kelakuan anak satu-satunya itu.

Sesampainya disekolah, sudah banyak murid yang berlalu lalang di koridor, “Tumben sekali jam segini sudah ramai,” ujarnya tak acuh dengan keadaan sekitar. Seperti biasa, ia selalu berjalan sendirian di koridor setiap berangkat sekolah. Yang tidak seperti biasanya, hari ini ia berjalan dengan bersenandung sebuah lagu. Entah lagu apa, yang jelas ia terlihat sangat bahagia.

“Sepertinya ada yang aneh denganmu hari ini Minho,” Key mulai memincingkan matanya curiga.

“Aneh bagaimana?”

“Aneh saja, tak biasanya kau berangkat sekolah sambil bersenandung. Dan kemarin, kau terlihat sangat menyeramkan,”

“Begitukah? Aku merasa biasa saja,” jawab Minho acuh sembari mengendikan bahu.

Ting.. tong..

Suara bel sekolah tanda masuk dimulai setelah beberapa menit berlalu. “Selamat pagi, Anak-anak,” salam walikelas masuk ke kelas Minho.

“Pagi, Saem!” sahut mereka semua serentak.

“Sekarang seonsaengnim mau memperkenalkan seorang siswi pindahan dari Busan, ayo masuk,”

“Halo, perkenalkan namaku Lee Taeyeon. Panggil saja Taeyeon. Salam kenal semua,” siswi itu memperkenalkan diri dengan sopan dan tak lupa tersenyum.

Minho yang awalnya tidak tertarik pada saat walikelasnya mengumumkan ada siswi pindahan, menjadi penasaran dengan wajah siswi itu setelah ia mendengar nama Taeyeon. Dan pada saat ia melihatnya, ia kaget karena ia benar-benar mirip dengan yeoja yang ditemuinya dalam mimpi akhir-akhir ini. Ciri fisiknya pun sama, dari mulai wajah, rambut, sampai senyumnya pun sama.

Minho sedikit kaget saat Taayeon berjalan kearahnya. Ternyata Taeyeon duduk dibangku kosong di depan Minho. Minho menghela nafas lega.

“Mungkin hanya kebetulan saja,” pikir Minho.

Lalu sesaat kemudian, Taeyeon menengok kebelakang dan tersenyum ke arah Minho. Minho pun membalasnya dengan senyuman dengan jantung yang masih berdegup kencang.

“Hai, Minho,” sapa Taeyeon yang berhasil membuat Minho membelalakan mata tak percaya.

– FIN –

inspirated by SHINee Dream Girl and ending of Kyo Seonbae’s fanfiction named “Freya”.

PLEASE REMEMBER THIS PLOT IS MINE!
bluesch©2015

Advertisements

5 thoughts on “Just Dream or Destiny

  1. afizhaqis 2016-11-25 / 7:17 pm

    Kakkkk, nama taemin jangan diganti dongg ;( ga dapet feelnya

    Like

    • bluesch 2016-11-25 / 10:23 pm

      Aduuh so sorry. Itu ceritanya taemin versi cewe sebenernya sih
      Terima kasih sarannya ya 😉

      Like

  2. icha 2015-08-23 / 8:50 pm

    mak.. cerita nya nggantung

    Like

    • sch-chan 2015-08-24 / 10:08 am

      ahahaha sengaja chal xD
      sowrry~

      Like

  3. icha 2015-08-23 / 8:49 pm

    makk.. cerita nya nggantung..

    Like

Fill this if you wanna say something about my post.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s