Taeyeon’s Pregnant

Cast : Choi Minho, Kim Jonghyun, Lee Taeyeon
By : bluesch
Summary : Lee Taeyeon is pregnant. Well, what can Minho does? How abt Jonghyun? And who is father of the baby?

a.n : Jangan terlalu berharap lebih sama ff ini ya. Ini bukan seperti ekspetasi kalian huhu. Ini.. Hm.. Baca aja. Saya akan terima segala kritiknya. Karena ff ini memang butuh dikritik ㅠ.ㅠ

– CUE –

“Suster, apakah Dokter Taeyeon ada didalam?” tanyaku kepada resepsionis di klinik gigi tersebut.

“Tidak. Ia tadi keluar,”

“Apa kau tahu kemana ia pergi?” tanyaku lagi.

“Sepertinya ke rumah sakit. Ku lihat tadi pagi ia sakit perut atau mungkin diare,”

“Oke. Terima kasih,” segera aku menyusulnya ke rumah sakit. Siapa tahu dia berada disana walaupun aku berharap semoga saja ia baik-baik saja.

Aku berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Mencari tempat poliklinik berada. Ah, itu dia. Aku menemukan Dokter Taeyeon disana, ia sedang duduk sendiri di salah satu bangku. Air mukanya terlihat pucat. Apa ia benar-benar sakit?

“Apa kau benar-benar sakit perut gara-gara makan gurita semalam?” tanyaku setelah berhasil mendudukan diri disampingnya. Ia hanya diam saja tak menanggapi pertanyaanku. Seperti sedang melamun. “Kenapa aneh sekali. Mengapa hanya kau yang merasa sakit perut? Bahkan aku mual pun tidak,” ucapku sedikit meringis memberi lelucon kepadanya, namun ia tetap saja diam. Aku putuskan untuk diam.

“Ya. Tadi pagi aku merasa mual dan pusing,” ucapnya setelah beberapa menit termenung.

Pandangan matanya mengikuti ibu hamil yang lewat didepannya. Lalu berkata, “Seperti hamil,” ucapnya tiba-tiba.

“Separah itu kah?”

“Tapi…” aku masih menunggunya melanjutkan ucapan yang menggantung. “Aku hamil,”

•••

Aku berlari menyusuri jalan menuju klinik Dokter Taeyeon. Kaki-kakiku begitu ringan setiap bertemu dengannya. Aku selalu merasa bahagia dengannya.

Tinggal beberapa meter lagi sampai di klinik Dokter Taeyeon, namun yang kulihat tak seperti apa yang kuharapkan. Ada apa sebenarnya? Mengapa ada kendaraan polisi didepan kliniknya?

Ku berlari sekencang yang kubisa agar cepat sampai. Ku tabraki semua orang yang menghalangi jalanku.

“Aku tak tahu. Waktu aku masuk, aku sudah melihatnya tak sadarkan diri dengan berlumuran darah dibawah kakinya,” samar-samar kudengar kalimat itu.

Aku panik. Ku tengok ruang kerja Dokter Taeyeon. Ternyata benar, dia tak sadarkan diri dengan bersimpuh darah di bawah kakinya. Kakiku gemetar hingga tak mampu menopang badanku lagi.

Kringg! Kringg! Kringg!

Jam wakerku berbunyi nyaring membangunkanku. Ugh. Ternyata hanya mimpi. Syukurlah. Namun hal itu bisa saja terjadi disaat seperti ini. Aku khawatir dengan Dokter Taeyeon.

•••

Kuturunkan kakiku dari angkutan umum. Masih terdiam di depan gerbang itu. Bimbang. Aku ragu untuk memasukinya setelah dua hari kemarin tak masuk.

“Mau membolos dan pergi kesuatu tempat?” suara Dokter Taeyeon mengagetkanku. Aku hanya mengangguk menyetujuinya tanpa pikir panjang. Karena ini kesempatanku untuk bicara dengannya.

Aku diajak jalan-jalan di sekitar Sungai Han yang tenang dan damai. Berjalan menyusuri aliran sungai.

“Kemana saja kau dua hari kemarin, Minho?” Aku hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya. “Kemarin, ibuku di Busan mengatakan bahwa ada seorang anak laki-laki yang mencariku dan bergurau bahwa ia sedang sakit hati,” ucapnya sembari tersenyum. Aku kaget.

“Dokter Taeyeon, kumohon, jangan aborsi!” Lantangku. “Aku akan menjadi ayah dari bayi yang kau kandung,”

“Bagaimana bisa Minho? Kau bahkan masih berumur 10 tahun,”

Lalu ia menceritakan siapa sebenarnya ayah dari bayi itu. Ia memiliki kekasih yang sedang menuntut ilmu di luar negeri. Dan ia baru tahu jika ia hamil setelah satu bulan kepergian kekasihnya ke luar negeri.

“Kenapa tak kau beri tahu kekasihmu jika kau hamil, Dokter?”

“Aku takut,”

“Mengapa harus takut?”

“Aku tak mau ia meninggalkan pendidikannya hanya untuk kembali dan menikahiku,”

•••

Aku hanya ingin membantu Dokter Taeyeon saja. Aku kasian jika ia harus mengurus bayi itu sendirian. Ku coba menghubungi nomor kekasihnya yang kudapat dari hasil ‘mencuri’ handphonenya dan menerka tentang siapa nama kekasihnya melalui sms yang baru-baru ini.

Can I talk with Mr. Kim?” jawabku setelah tersambung ke nomor tersebut.

Mr. Kim?”

Mr. Kim from Korea,

Of course. Wait a minute,” suara dari seberang sana.

Ku menunggu. Menunggu agar bisa berbicara dengan Mr. Kim, kekasih Dokter Taeyeon.

“Hallo?” suara asing menyapaku.

“A-Apakah ini Mr. Kim?”

“Ya, aku sendiri. Siapa ini?”

“Aku Minho. Aku hanya mau mengatakan bahwa kekasih anda, Dokter Taeyeon, sedang mengandung anak anda,”

“Jangan bercanda!” kagetnya ditelepon.

“Aku tidak bercanda. Dokter Taeyeon tak mau mengatakan kepada Anda karena ia takut mengganggu studi Anda disana. Jadi, aku yang membantu mengatakannya,”

“Apa Taeyeon yang menyuruhmu mengatakan ini?”

“Tidak. Aku mengatakan ini tanpa sepengetahuannya,”

“Oke. Aku mengerti. Terima kasih,”

Tut.. Tut.. Tut..

Sambungan telepon tersebut terputus. Aku lega sudah mengatakannya pada kekasih Dokter Taeyeon. Aku berharap semoga ia cepat menyelesaikan urusannya diluar negeri, lalu kembali dan menikahi Dokter Taeyeon.

Tiba-tiba aku dikejut oleh suara dering telepon dari handphone Dokter Taeyeon yang belum sempat aku kembalikan hingga ia mengira handphonenya dicuri orang. Kulirik siapa yang menelpon.

Deg!

Jongmani Hubby.

Bukankah kekasih Dokter Taeyeon yang menelpon? Lalu apa yang harus kulakukan? Aku bingung setengah mati. Jika aku angkat, maka orang yang menelpon akan curiga padaku.

Kuputuskan untuk menemui Dokter Taeyeon. Biar dia yang mengangkat telepon dari kekasihnya ini. Aku sudah tak peduli lagi bagaimana reaksi Dokter Taeyeon setelah tahu handphonenya ‘kucuri’. Itu masalah nanti, aku akan menjelaskannya secara detail kepadanya.

Kakiku kulangkahkan menuju klinik sekaligus rumah Dokter Taeyeon yang tak berada jauh dari rumahku. Handphone ini terus berdering. Kumohon biarkan Dokter Taeyeon yang mengangkatnya.

Kutekan bel rumahnya tergesa-gesa. Ayolah, buka pintunya dokter.

Pintu terbuka. Dan tanpa babibu lagi, kuserahkan handphone itu padanya.

“Minho? Kenapa bisa handphone ku ditanganmu?” kagetnya melihat handphone yang dia kira hilang dicuri orang ternyata ada ditanganku.

“Nanti akan kujelaskan. Angkatlah telepon itu dulu,”

Klik.

“H-halo?”

“Taeyeon-ah,”

“Iya, Jjong. Tumben kau telepon. Ada apa? Apa kau tak ada kelas malam ini?”

“Tidak. Aku free hari ini. Kau.. Apa kau baik-baik saja?”

“T-tentu, Jjong. Tak ada yang salah dariku,” ucap Dokter Taeyeon sedikit ragu.

“Eum.. Kau.. Tunggulah aku pulang,”

“Maksudmu?”

“Tunggulah aku pulang. Aku akan menikahimu dan membesarkan anak kita,” Dokter Taeyeon melirik kearahku.

“I-Iya. Aku pasti akan menunggumu, Jjong,”

•••

“Siapa namanya?” tanyaku pada Dokter Taeyeon yang sudah melahirkan anaknya. Perempuan. Sangat cantik dan menggemaskan.

“Jooyeon. Jonghyun-Taeyeon,” jawabnya sembari melirik suami disebelahnya. “Kau bisa menjadi ayahnya, Minho,”

“Serius?” aku shock mendengar itu.

“Ya. Kau bisa menjadi ayah baptis untuk Jooyeon. Bagaimana?” tawarnya. Tentu aku mengangguk mengiyakan. Inilah impianku. Menjadi ayah dari anak Dokter Taeyeon. Walaupun hanya ayah baptis. Aku terima.

– FIN –

a.n : kalo ada saran mohon komen ya. ya ampun ff kali ini saya ngerasa aneh banget alurnya. ini sebenernya ada sedikit saduran dari scene film thailandnya :3 sayanya yang ga pinter dibikin tulisan jadi absurd gitu, heol.

bluesch©2016

Advertisements

Fill this if you wanna say something about my post.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s