Unright Place

Cast : Choi Minho, Lee Taemin
By : bluesch
a.n : Oke, sebenernya ini sudah sangat latepost mengingat ospek sudah terlampau jauh. Ya, ff ini terinspirasi dari salah satu adegan kakak tingkatku sendiri waktu ospek. Jangan berpikiran macam2 soal kenyataan, mereka normal kok, hanya saya aja yg membuat nya jd ‘abnormal’ *evil laugh*. Dan, fokusnya ke dua makhluk unyu aja ya, jangan sampai salah fokus kemana mana, karena saya pun nulisnya cuma fokus ke dua makhluk itu hmm.

– CUE –

“Semua panitia diharap maju kedepan untuk memperkenalkan diri kepada mahasiswa baru 2015,” pinta salah satu MC osmaru 2015 di universitasku.

Setelah mendengar perintah itu, aku berjalan mendekati sumber suara. Ya, aku adalah salah satu panitia osmaru tahun ini. Dan.. dia. Pacarku. Pun menjadi panitia sepertiku.

Choi Minho. Ia bertugas menjadi satu dari tiga MC pada osmaru kali ini. Yup, tentu saja ia menjadi pusat perhatian seluruh mahasiswa baru terutama perempuan. Bagaimana tidak, ia tinggi, gagah, murah senyum, humoris, ia selalu terlihat sempurna dimata semua orang.

Namun sayang, orang yang mereka kagumi itu tak lain tak bukan sudah mempunyai pacar. Ya, akulah pacarnya. Dan, ssttt, kita berpacaran secara diam-diam selama hampir setahun ini.

Dia sebenarnya adalah Seonbae ku di kampus, kami terpaut 2 tahun. Dia angkatan 2012 dan aku angkatan 2014. Dia, eum, cukup populer, bukan bukan, dia sangat populer dikalangan mahasiswi maupun mahasiswa. Dia orangnya sangat bersahabat dengan siapapun, tak heran jika ia memiliki teman dimana-mana. Tak sepertiku, aku hanya mahasiswa biasa.

Dan anehnya, dari sekain banyak teman-temannya, ia memilihku untuk menjadi pacarnya, walaupun hubungan kami juga masih ‘dirahasiakan’ sampai detik ini. Teman-temannya mengira jika aku dan Minho hanya sebatas teman akrab, karena kami memang sering keluar berdua. Mereka menganggapnya sedang hangout biasa, sedangkan aku dan Minho menganggap jika kami sedang dating. Wah. Terkadang hubungan ini menyenangkan jika aku rasakan hahaha.

Sebenarnya bukan salah aku maupun Minho juga mengapa hubungan kita ‘dirahasiakan’ hingga saat ini, mereka saja yang tidak menyadari dan tidak menanyakan hubunganku dengan Minho. Terlalu berlebihan jika aku mengumbar kesemua orang tentang hubunganku dengan Minho tanpa mereka bertanya, bukan?

Tanpa kusadari, ternyata barisan pertama sudah selesai memperkenalkan diri mereka. Kini giliran barisan kedua -termasuk aku- yang memperkenalkan diri.

Tampaknya Minho sudah berdiri disamping kiriku saat ini. Aku hanya meliriknya sebentar dan mengabaikannya lagi. Mungkin ia merasa diabaikan olehku hingga tangan kanannya dengan jail meraih pinggang kananku. Ck. Dasar tak tahu tempat. Ya, dia memang suka begitu, jika diabaikan olehku dia akan dengan cepat melakukan skinship. Dan bodohnya aku tak menyadari kebiasannya.

Ya. Kita memang berpacaran. Tapi bukan berarti aku pernah melakukan ‘itu’ dengannya. That’s no big deal for me. Aku selalu mencegahnya. Kita hanya sebatas skinship -terkadang backhug dan semacamnya- yang wajar dilakukan bagaimana orang berpacaran. Just it, no more.

Ia berbisik ditelinga kiriku, “Apa kau sudah makan?” pertanyaan yang sangat konyol untuk sekedar basa-basi.

Hyeong, aku bahkan makan disampingmu tadi. Bagaimana mungkin kau lupa? Dasar,” jawabku dengan berbisik juga.

“Oh ya? Mengapa aku bisa menjadi pelupa seperti ini disampingmu?” apa dia mencoba menggodaku? Please, aku bukanlah wanita yang akan ber-“kyakya” dengan gombalan seperti itu. Aku hanya mendengus tak menjawabnya.

Tiba-tiba dia berbalik kebelakang tubuhku. Sedikit memeluk perutku. Ck, mau apa dia?

“Apa kau makan terlalu banyak? Perutmu menjadi agak gemukan, Taemin,” godanya. Aku yang notabene sensitive dibagian perut, tertawa tertahan dengan tangannya yang masih diperutku. Bagaimana tidak, ia sedikit menggelitiku.

Hyeong, cukup, hahaha. Ini sangat menggelikan, hahaha,” tawaku yang untung tak terlalu kencang.

Tawaku sudah mulai reda dan disodori microphone oleh teman disamping kananku. Saatnya aku untuk perkenalan. “Halo. Nama saya Lee Taemin. Jurusan Choreographic. Angkatan 2014,” usai sudah perkenalanku. Aku menyodorkan microphone itu kepada Minho yang sudah berdiri disamping kiriku lagi, namun ia tak mau, ia bilang semua mahasiswa sudah mengenalnya  jadi tak perlu perkenalan lagi. Percaya diri sekali kau, Choi Minho.

“Aku suka melihatmu tertawa seperti tadi, Taemin. Kau terlihat lebih manis,” bisiknya lagi tepat ditelinga kiriku. Aku hanya tersenyum tipis.

“Tapi bisakah kau tak melakukannya disini dan menunggu saatnya pulang? Kau tahu? Ada ratusan pasang mata yang melihatnya, Hyeong,” jawabku berbisik.

Gwiyeoweo,” apa maksudnya itu? Ia hanya terkekeh dan tak meresponku? Awas kau, Choi Minho.

– FIN –

PLEASE REMEMBER THIS PLOT IS MINE!
bluesch©2016

Advertisements

Fill this if you wanna say something about my post.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s