Tailor

Cast : Choi Minho, Krystal, Lee Taemin, Sekretaris Seo
By : bluesch
Summary : Apa yang ada dibenak kalian jika seorang Lee Taemin menjadi penjahit dan clientnya adalah Choi Minho?
a.n : Semoga ga kecewa sama ff ini yaa. Enjoy!

– CUE –

Hari ini, terhitung dari 3 bulan yang lalu, adalah hari yang sangat penting bagi Choi Minho. Hari ini adalah hari dimana ia dilantik menjadi seorang Direktur Utama salah satu perusahaan swasta di Korea Selatan.

Ia tampak sangat bahagia terlihat dari senyum yang tak lepas dari bibir sexy itu. Dan sepertinya ia sangat nyaman dengan setelan jas yang ia kenakan saat ini.

“Kau selalu bisa membuatku terkesan, Lee Taemin,” ungkapnya dalam hati. Sejenak terlintas wajah cantik seorang pria bernama Lee Taemin dibenaknya.

Lalu, ia tersadar dengan suara yang memanggilnya untuk segera menuju panggung pelantikan.

“Dan kita sambut Direktur Utama kita untuk periode ini. Choi Minho!” ujar pembawa acara.

Choi Minho berjalan kearah panggung bak seorang model professional. Tepuk tangan riuh menyambutnya. Tak luput ia membungkukkan badan seraya menghormati orang-orang yang telah mendukungnya.

Acara pelantikan berlangsung dengan penuh kebahagiaan. Berharap untuk kedepannya, seorang Choi Minho bisa memimpin perusahaan tersebut dengan lebih baik.

•••

2 Bulan Sebelumnya..

“Sekretaris Seo!” panggil Choi Minho kepada sekretaris pribadinya.

“Iya, Tuan Muda. Ada yang bisa saya bantu?” jawab sekretaris itu.

“Tidak. Aku hanya ingin berdiskusi kecil denganmu. Bisa kah?” pinta Minho sopan kepada seseorang yang jauh lebih tua darinya.

“Dengan senang hati, Tuan Muda. Anda ingin berdiskusi mengenai apa?”

“Apa kau tahu tempat untuk menjahit setelan jas yang keren? Aku rasa aku membutuhkan setelan jas baru untuk pelantikan 2 bulan lagi,”

“Apa tidak sebaiknya Anda membelinya saja, Tuan Muda?” usul pria paruh baya itu.

“Tidak tidak. Acara ini adalah acara special, aku juga ingin sesuatu yang special, termasuk setelan jas yang akan aku kenakan nanti,” senyumnya membayangkan bagaimana ia terlihat tampan saat pelantikan nanti.

“Baiklah. Kalau begitu, akan saya coba mencari tahu tempat menjahit setelan jas yang terbaik,”

“Oke. Terima kasih, Sekretaris Seo,” ucapnya lebih sopan.

“Bukan apa-apa, Tuan Muda,”

•••

Tok tok tok!

“Masuk!” seru seseorang dari dalam.

“Selamat siang, Tuan Muda,”

“Oh, siang Sekretaris Seo. Ada apa?” jawabnya sembari meletakkan buku yang tengah ia baca.

“Saya sudah menemukan penjahit yang mampu membuatkan Anda setelan jas seperti yang Anda minta untuk pelantikan 2 bulan lagi,” Minho hanya mengangguk memahami. “Sore ini Anda bisa berkunjung kesana untuk melakukan pengukuran,” tambahnya lagi.

“Terima kasih banyak, Sekretaris Seo. Kau selalu bisa kuandalkan,” senyumnya puas. “Kalau boleh tahu, dimana tempat itu?”

“Di Gangnam-gu, Tuan Muda,”

“Oke. Tolong antarkan aku kesana kalau begitu,”

“Dengan senang hati, Tuan Muda,”

•••

“Oh jadi ini tempatnya?” ucapnya pertama kali setelah keluar dari mobil yang mengantarnya ke tempat penjahit yang dimaksud Sekretaris Seo.

“Iya, Tuan Muda,” jawab Sekretaris Seo. Mata bulat Minho mengedar keseluruh bangunan dan terpancar rasa ketertarikan disana.

“Taelor? Nama yang unik,” gumamnya.

“Mari Tuan Muda, saya antarkan kedalam,” ucap Sekretaris Seo mempersilakan Minho untuk memasuki gedung itu. “Beruntung saat Anda kesini pemiliknya sedang berada di Korea, jadi Anda bisa langsung berkonsultasi seperti apa sebaiknya setelan jas yang cocok dengan Anda,” ceritanya seraya mengantarkan Minho ke kantor pemilik tempat jahit itu.

Minho menanggapinya hanya dengan gumaman kecil seraya tersenyum melihat arsitektur gedung tersebut yang unik menurutnya. Didominasi dengan warna kuning, itu mengingatkannya dengan seseorang dimasa lalu.

•••

Tok tok tok!

“Permisi Tuan Lee. Pelanggan VIP yang membuat janji sudah datang,” ucap seorang wanita elegan setelah membuka pintu kantor bosnya.

“Persilakan dia masuk!”

“Silakan masuk, Tuan Choi,” ucap wanita itu kepada Minho setelah membukakan pintu kantor bosnya.

“Terima kasih,” ujar Minho seraya membungkukkan sedikit badannya kepada wanita itu dan belum sepenuhnya melihat rupa pemilik tempat jahit ini, hingga sang pemilik mendongakkan wajah untuk melihat pelanggannya bersamaan dengan Minho yang mulai melihat sang pemilik.

“Choi Minho?”

“Lee Taemin?”

Kaget mereka berdua bersamaan. Choi Minho dan Lee Taemin. Mereka adalah mantan sepasang kekasih saat mereka menempuh sekolah menengah atas. Dan ini kali pertama mereka dipertemukan kembali setelah 3 tahun berpisah.

Mata mereka masih saling memandang satu sama lain untuk mengagumi betapa makhluk ciptaan Tuhan yang dihadapannya ini tak jauh berbeda di masa lalu. Sadar mereka tak hanya berdua, Taemin memutuskan untuk memandang arah lain untuk memutus kontak matanya dengan Minho.

“Selamat datang, Tuan Choi,” sapa Taemin sopan seraya mengangkat tangannya keudara untuk menyalami Minho.

Minho yang sadar akan alibi itu, segera menyambut tangan Taemin.

“Oh, terima kasih, Tuan Lee. Senang bisa bertemu dengan Anda,” senyumnya.

“Silakan duduk!”

“Terima kasih,”

“Krystal-ssi, bisa kau tinggalkan kami berdua?” pintanya pada sekretaris cantik bernama Krystal itu.

“Anda mau minum apa, Tuan Choi?” tanya Krystal.

“Tidak perlu, Krystal-ssi. Terima kasih,”

“Baiklah. Kalau begitu saya tinggal,” pamit Krystal membungkukkan badan kepada Taemin dan Minho.

•••

“Jadi, apa kau sengaja mengikutiku, Choi Minho-ssi?” selidik Taemin belum bisa terima Minho datang tak terduga.

“Ck. Jangan menuduh sembarangan, Lee Taemin-ssi. Aku kesini atas rekomendasi sekretaris pribadiku, mana mungkin aku tahu jika pemiliknya ternyata dirimu,” elak Minho mengungkap kebenaran. “Pantas saja gedung ini didominasi warna kuning. Kau masih saja seperti dulu. Kekanakan. Dan ‘Taelor’? Ck,” gumamnya mengejek Taemin yang ternyata masih bisa didengar dengan jelas olehnya.

“YA!”

“Oke. Aku kesini bukan untuk membahas masa lalu kita yang telah berlalu, Taemin. Aku kesini ingin menjahit setelan jas paling special untuk acara pelantikanku 2 bulan kedepan,” ujarnya to the point tak ingin memperpanjang masalah.

“Siapa juga yang berharap kau akan membahasnya,” gumam Taemin lembut. “Lalu kau ingin setelan jas yang bagaimana?”

“Eum.. Aku tak yakin dengan ideku. Mungkin kau bisa membantu sedikit agar terlihat lebih elegan namun berkelas,” mereka terlihat serius untuk membahas project setelan jas yang Minho inginkan.

Tanpa mereka sadari, waktu berlalu hampir dua jam hanya untuk membahas bagaimana desain yang cocok untuk seorang Choi Minho.

“Oke. Jadi kau sudah fix untuk menggunakan desain ini?” tanya Taemin memastikan.

Fix!” jawab Minho mantap.

“Baiklah, sekarang waktunya untuk mengukur tubuhmu agar bisa cepat diproses menjahitnya,”

“Dengan senang hati,”

Taemin mulai mengukur bagian-bagian tubuh Minho yang ia butuhkan. Diawali dari lebar badan, lalu panjang badan, kemudian panjang tangan, lingkar pergelangan tangan.

Selanjutnya panjang kaki, lingkar pergelangan kaki, menuju keatas lagi ke lingkar pinggang. Tanpa disengaja Taemin mencium aroma tubuh Minho yang masih seperti dulu, maskulin. Taemin hampir saja memeluk Minho jika ia tak sadar akan pekerjaannya saat ini.

Namun seseorang diatas kepalanya yang sedari tadi memperhatikannya hanya tersenyum mesum. “Lihat saja, Lee Taemin,” pikirnya.

Taemin sudah selesai dengan bagian bawah, sekarang hanya tinggal satu bagian tubuh Minho yang belum ia ukur, lingkar leher. Taemin sedikit bergetar menatap wajah Minho yang memperhatikannya. Ia mengalihkan perhatian matanya untuk fokus ke pengukuran.

Saat ia melingkarkan tangannya ke leher Minho, tanpa diduga sesuatu terjadi diantara mereka.

Cup! Minho mengecup singkat pipi Taemin yang memerah setelahnya. Taemin yang sudah kehilangan akal sehatnya, makin mengeratkan tangannya dileher Minho, bukan untuk mengukur tapi untuk mempertemukan bibir cherrynya diatas bibir sexy Minho yang ia rindukan selama ini.

Bukan ciuman yang mendesak, hanya kecupan-kecupan ringan tanda kerinduan yang ia salurkan. Mata mereka berdua pun terpejam untuk menikmati ciuman itu. Hingga Minho sedikit demi sedikit melepas ciuman mereka.

“Aku merindukanmu,” ucap Minho lembut seraya menatap dalam kedua bola mata Taemin.

“Kau pikir aku tidak? Apa kau bodoh, huh?” jawabnya sedikit meninggi tetapi ia memeluk leher Minho lebih erat dari sebelumnya. “Aku juga merindukanmu, Minho. Sangat,” tambahnya lagi.

Setelah kejadian itu, mereka memutuskan untuk melanjutkan hubungan mereka yang sempat break up beberapa tahun karena keegoisan masing-masing. Beruntung takdir mempertemukan mereka kembali. Apalagi saat ini mereka sudah sama-sama sukses yang menjadi alasan mereka break up dahulu.

– FIN –

a.n : gimana? kalian ga bingung kan sama alur yang aku buat? Aku juga ga ngerti kenapa ff nya jadi panjang beginiㅠㅠ padahal inspirasinya cuma sepotong scene dari drama. kalian tahu drama Come Back Mister kan? nah inspirasinya dari situ haha. Beneran cuma sepotong kok. Serius ._.v

PLEASE REMEMBER THIS PLOT IS MINE!
bluesch©2016

Advertisements

Fill this if you wanna say something about my post.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s