키스 (Kiss) [Special Edition on 24th Taemin’s Birthday]

image

Cast : Minho, Kibum, Taemin
By : bluesch
A.n : Hai. Happy July 18th, Lee Taemin! Happy Birthday! Cie Taemin makin tua haha. Btw ini fiction aku specialkan untuk ultahnya Taemin tahun ini. Enjoy!
Warning : Aku pakai umur Taemin di Korea dan waktu Korea untuk fiction ini, mohon diingat ya.

– CUE –

18 Juli 2016. Hari dimana kekasih lelaki tinggi tampan berulang tahun kali ini. Ulang tahun yang ke-24, usia yang tidak muda lagi mengingat mereka berdua sudah menjalin hubungan sepasang kekasih sejak si lelaki cantik berusia 16 tahun. Ya, sudah hampir 8 tahun lamanya. Bukan waktu yang sebentar untuk menjaga perasaan satu sama lain, walaupun hubungan mereka masih diselingi pertengkaran kecil hingga besar sekalipun, buktinya hingga saat ini mereka masih bersama.

Matahari menyapa pagi dua insan yang masih terlelap dalam belaian kasih sayang itu tampak tak terusik. Yang ada mereka semakin mengeratkan pelukan dalam tidur mereka, tak ingin pujaan hati masing-masing bangun terlebih dahulu.

Tok tok tok. Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar tersebut. Tok tok tok! Suara ketukan itu sedikit lebih keras saat sang pemilik kamar tak memberi respon sama sekali.

YA!” Setelah sekian lama tak terdengar jawaban dari dalam kamar, suara ketukan tadi berubah menjadi suara teriakan yang cukup melengking dipagi ini. “Choi Minho! Lee Taemin! Apa kalian akan terus bermalas-malasan didalam kamar seperti ini, huh?!” Teriaknya kesal. Dua makhluk adam itu sedikit terusik dengan suara lengkingan yang sangat nyaring hingga membuat telinga mereka berdengung.

“Ya! Kalian akan bangun tidak?! Atau memilih untuk kudobrak dan mengguyur kalian?!” Bentaknya lagi semakin tak sabar.

“Ya ya, kami sudah bangun Kibum-ah. Cerewet sekali kau ini!” Ujar lelaki tampan yang sedang berusaha mengerjapkan matanya.

“Hah. Sebenarnya ada apa dengan Kibum Hyung? Ia selalu saja seperti itu setiap pagi. Berisik sekali. Tidak tahu apa kalau kita sedang beristirahat setelah semalaman melakukan ‘aktivitas malam’? Menyebalkan sekali,” kesal si lelaki cantik yang masih enggan untuk bangun dari tidur nyamannya.

“Sudahlah, Dear. Turuti saja apa maunya. Kau tidak mau bukan jika dia mengomel sepanjang hari?”

“Tapi aku masih mengantuk, Bi. Kau tahu kita semalam tidur jam berapa? Kita baru menyudahinya setelah jam tiga pagi dan itu baru beberapa jam yang lalu,” belanya tak mau kalah.

“Yang terpenting sekarang lebih baik kita keluar saja dulu. Setelah mandi, kau bisa meneruskan tidurmu. Hari ini kita berdua tak ada jadwal, bukan?” ujarnya sambil memakai boxer yang tergeletak entah dimana dan berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. “Atau kau mau aku mandikan?” Goda si lelaki tampan seraya memunculkan kepalanya dari balik pintu kamar mandi.

Ya! Kau saja dulu yang mandi. Aku lelah. Kau terlalu bersemangat semalam,” lirihnya dengan pipi yang mulai dipenuhi semburat merah karena malu.

“Baiklah kalau begitu,”

•••

“Selamat pagi,” ucap Taemin setelah ia selesai membersihkan dirinya menuju ruang makan yang sudah dikelilingi oleh empat hyung satu grupnya itu.

“Siang,” jawab mereka serentak yang dibalas dengan dahi berkerut dari Taemin karena sapaannya tak dijawab dengan benar.

Hyung..” Rajuknya seperti anak kecil yang kehilangan permen lolipopnya.

“Kau tak melihat jam, Taemin? Ini sudah hampir jam sepuluh siang. Kami sampai menjamur menunggumu mandi. Sebenarnya apa yang kau lakukan di kamar mandi hingga lama sekali? Apa kau berendam? Tidur? Atau pingsan? Ck,” sahut Kibum yang tadi pagi membangunkan tidur indahnya.

“Sudah, Kibum-ah. Kau sudah mengomeliku panjang lebar tadi. Apa kau tak lelah?” Potong Minho membela Taemin yang tampak mengerucutkan bibirnya. “Kemarilah, Dear. Duduk sebelahku. Kalau kau disana, bisa-bisa Kibum semakin cerewet,” ajak Minho. Ketiga orang yang mendengar panggilan sayang Minho hanya bisa memutar bola mata jengah. Mungkin mereka iri.

Ya! Apa maksudmu Choi Minho?” Umpat Kibum yang tak terima.

“Tak apa. Aku hanya berbicara fakta dan pengalaman saja,” jawabnya santai.

Begitulah hubungan mereka, Minho dan Kibum, walaupun sering terjadi cek-cok dan selalu berbeda pendapat tapi sebenarnya mereka sahabat yang kental sekali. Begitu pula dengan ketiga anggota yang lain. Dorm mereka selalu penuh dengan keributan. Entah karena ejekan, pertengkaran, candaan, percek-cokan, teriakan, dan lain sebagainya.

•••

Hari sudah semakin siang. Seperti yang dikatakan Minho pagi tadi bahwa mereka berdua tidak ada jadwal sama sekali dan Taemin memutuskan untuk kembali tidur yang tadi sempat terusik. Kekasih tampannya hanya bisa memperhatikan dari samping tempatnya tidur. Minho tak merasa bosan walau hanya memandangi wajah cantik Taemin saat tidur, Taemin akan terlihat lebih mengagumkan menurutnya.

“Ah! Tanggal berapa ini?” tiba-tiba ia teringat sesuatu. Berpaling ke meja nakas di sisi tempat tidurnya untuk mengambil kalender duduk. “18 Juli? oh my God! Mengapa aku bisa lupa? Pantas saja manager hyung meliburkan kami berdua. Terkadang dia pengertian juga haha,” gumamnya.

Minho merebahkan tubuhnya setelah sebelumnya meletakkan kembali kalender duduk ke tempat semula, memandangi lagi wajah kekasih cantiknya seraya mengusap poni yang sedikit menutupi wajah cantik itu.

“Maafkan aku, Dear. Aku benar-benar lupa hari ini, maafkan aku. Atau jangan-jangan kau juga lupa? Kau tak bilang apapun kepadaku dan kau tak terlihat kecewa saat aku tak mengucapkan selamat ulang tahun kepadamu. Apa aku harus membuatmu mengingatnya?” ucapnya terkekeh dengan fantasi-fantasi yang akan segera ia laksanakan.

•••

“Dear, bangunlah. Kau sudah tidur terlalu lama. Apa kau tak pusing?” ujar Minho mencoba membangunkan Taemin dan hanya dibalas dengungan malas darinya. “Hari sudah sore, Dear. Aku ingin mengajakmu jalan-jalan,” lanjutnya.

“Jalan-jalan kemana, Bi? Aku masih mengantuk,” jawabnya malas dengan mata masih tertutup.

“Kau mau ikut atau tidak? Kalau kau ikut, aku akan mengatakannya,” Bujuk Minho.

“Ya aku akan ikut, Bi,”  jawab Taemin tanpa mengubah posisi bahkan tanpa membuka matanya.

“Apa buktinya kau akan ikut? Bangun tidur, tidak, bahkan membuka mata saja kau tak mau,” rajuk Minho sedikit manja dan menyindir Taemin.

Cup. Tiba-tiba Taemin bangun dan mencium pipi kanan Minho yang berhasil membuat Minho malu hingga membelalakan matanya yang besar. “Itu buktinya,” ada debaran dihati keduanya saat momen itu berlangsung.

Okay. Kalau begitu aku tunggu kau di bawah, kau mandilah. Ingat jangan terlalu lama, hari sudah semakin sore,”

“Iya. Mengapa kau jadi cerewet sekali, ck,”

•••

Akhirnya mereka berdua sudah berada dalam mobil menuju tujuan yang masih-belum-diketahui itu. Tampaknya Taemin mulai menyadari kemana arah tujuan mereka, terlihat dari gerak-geriknya melihat kiri kanan untuk memastikan.

“Myungdong? Mau apa kita ke Myungdong, Bi?” tanya Taemin penasaran dengan menggeser duduknya menghadap Minho.

Nope. Hanya ingin mengajakmu membeli kue beras di pinggir jalan. Kau mau?”

“Asal bersamamu, makan dipinggir jalanpun tak apa,” gombal Taemin sambil tersenyum kagum kearah Minho. Entah mengapa, Taemin selalu suka cara menyetir Minho. Minho terlihat lebih keren menurutnya.

Sampailah mereka di kedai kue beras yang ramai oleh pengunjung. Mereka sampai menganga dan membelalakan mata.

“Kau tahu dari mana tempat ini, Bi? Ini.. Sangat ramai. Apa kita akan kebagian kue berasnya?”

“Aku tahu dari temanku. Dia memang mengatakan jika kedainya ramai, tapi aku tak menyangka antriannya akan sebanyak ini,”

“Lalu bagaimana?” tatap Taemin kecewa.

“Tenang saja, Dear. Aku sudah memesan kue berasnya sebelum kita berangkat tadi, jadi kita hanya perlu mengambilnya saja,” bangga Minho yang berhasil membuat Taemin semakin kagum kepadanya.

“Mengambilnya? Maksudmu kita tidak makan disini?”

“Tentu saja tidak. Kau mau makan berdesak-desakan dengan pengunjung sebanyak ini?”

Big no, Bi!” responnya cepat. “Lalu kita akan kemana?” tanyanya.

“Hm.. Aku masih memikirkannya tadi. Kau ada rekomendasi tempat yang nyaman untuk kita berdua makan?”

“Bagaimana kalau sungai han?”

“Boleh juga,”

•••

Angin malam tak selalu membuat kita sakit jika kita bisa memanfaatkannya dengan baik. Berpelukan dengan pasangan contohnya. Namun rupanya berpelukan didepan umum bukanlah gaya mereka.

Ya. Mereka memang sedang menyusuri sepanjang jalan sungai han dihari menjelang malam ini setelah menghabiskan kue beras pesanan Minho tadi. Bagi Minho, hal ini hanya sebagian kecil yang ingin ia lakukan dihari special untuk Taemin. Tapi tampaknya Taemin menganggap ini hanya kencan biasa untuk menghabiskan waktu yang kebetulan kosong karena mereka tak ada jadwal.

Bahkan saling menautkan tangan satu sama lain didepan umum pun mereka enggan untuk melakukan. Mereka hanya berjalan berdampingan sambil bercengkrama dengan sesekali dibubuhi canda tawa ringan.

Hingga saat mereka terdiam untuk beberapa saat, Taemin melangkah lebih dulu sambil merentangkan tangannya. Kebetulan saat itu jalan sedang lengang, tak ada orang lain yang berjalan kaki maupun bersepeda.

JOHDA!” teriak Taemin menutup matanya. Ia merasa lega. Entah mengapa ia selalu bahagia jika memiliki quality time bersama Minho, kekasihnya. Minho yang dibelakangnya hanya tersenyum tipis bisa membuat Taemin sebahagia ini dihari ulang tahunnya. Walaupun Minho tahu Taemin belum juga menyadari bahwa hari ini ia berulang tahun.

Saat Taemin akan berbalik untuk memandang Minho dibelakangnya, ia keseleo hingga sedikit oleng ke tengah jalan dan ada sepeda yang melintas. Minho yang sadar akan hal itu segera berlari kecil kearah Taemin, lalu menarik tangannya agar tidak terserempet sepeda.

Taemin yang kaget dengan apa yang dilakukan Minho hanya bisa memeluk leher Minho agar tak jatuh. Ternyata wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja. Sangat terasa hembusan nafas hangat Minho diwajah Taemin.

“Hati-hati, Dear,” ucap Minho lembut seraya menatap dalam bola mata Taemin yang dibalas anggukan olehnya.

Minho merasa ini saatnya ia akan mengingatkan Taemin mengenai hari ulang tahunnya. Tapi sebelumnya Minho mendekatkan wajahnya ke wajah Taemin, tangannya yang sedari tadi memegang pergelangan Taemin berpindah ke pinggang ramping Taemin, memeluknya erat. Peduli setan jika mereka melanggar gaya berpacaran mereka yang enggan melakukan skinship didepan umum. Minho menempelkan bibirnya ke bibir cherry Taemin yang selalu membuatnya tergoda. Taemin masih belum mengerti apa yang dilakukan Minho kepadanya hingga ia merasakan ada pergerakan dalam kecupan Minho, Taemin mengeratkan pelukannya dileher Minho dan membalas lumatan lembut bibir Minho.

Beberapa menit kemudian, mereka merasa butuh oksigen untuk bernafas. Mereka melepaskan tautan bibir masing-masing. Taemin masih mengalungkan tangan dileher Minho, begitu juga Minho masih memeluk erat pinggang Taemin.

“Selamat ulang tahun, Dear,” ucap Minho tersenyum kearah Taemin. Taemin terkesiap karenanya.

“Ini tanggal berapa?” tanya Taemin tak percaya.

“18 Juli,”

“Astaga! Bagaimana aku bisa lupa?”

“Itu kebiasaanmu, Dear. Hari ulang tahun mu saja sampai lupa,”

“Bi!” rajuk Taemin mengerucutkan bibirnya yang terlihat lebih merah dan bengkak setelah berciuman dengan Minho

“Hahaha bibirmu lucu sekali,” tawa Minho keras hingga membuat Taemin semakin mengerucutkan bibirnya. “Okay okay. Semoga kau panjang umur untuk selalu menemani sisa-sisa hidupku, semoga kau tetap sehat untuk mengurusku yang katamu menyebalkan ini, semoga kau selalu kuat untuk, ah you know what I mean, Dear,”

“Bi! Kau memang menyebalkan,” pukulan tangan kecil Taemin mendarat didada bidang Minho.

“Aw! Sakit Dear. Kau menyakitinya,” protesnya.

Anyway, terima kasih untuk semua doa yang kau panjatkan yang aku yakin doa itu untuk kebutuhanmu semata, cih,” kepalan tangan yang tadi untuk memukul dada Minho beralih menjadi mengelus dan jarinya beralih lagi menjadi lingkaran-lingkaran transparan diatas dada Minho. “Bi..” Minho hanya membalas dengan dengungan dan membawa Taemin kepelukannya.

“Bi aku ingin..” ujar Taemin menggantung.

“Ingin apa?” tanya Minho pura-pura tak mengerti untuk menggoda Taemin.

“Hadiah,”

“Hadiah apa?” Minho masih saja menggoda Taemin sambil mengeratkan pelukannya dan membawa Taemin berputar kecil seperti sedang menikmati musik alam.

“Aku yakin kau tahu apa yang aku maksud. Ayolah, Bi!”

“Tapi aku benar-benar tak mengerti, Dear,” Minho semakin mengeratkan pelukannya ke Taemin. Dan Taemin merasa ada sesuatu yang aneh dengan Minho.

“Bi, kau..” ucap Taemin melepaskan pelukan saking terkejutnya hingga membelalakan mata tak percaya.

“Iya. Sedari tadi. Aku lebih ingin,”

“Lalu bagaimana ini? Tidak mungkin kita melakukan disini, Bi,” panik Taemin. Ia sangat mengenal bagaimana Minhonya. “Motel. Ya. Kita harus cari motel,” segera Taemin menarik tangan Minho menuju mobil Minho.

Mereka sudah masuk ke mobil Minho saat ini. Tapi Taemin heran Minho tak segera menyalakan mesin mobilnya.

“Bi, ayo!”

“Dear, tak bisakah kita melakukannya disini saja? Aku.. Sudah tak tahan,” rajuk Minho dengan suara mulai parau.

“Kau gila! Tidak. Ini tempat umum. Kita harus ke motel,” Taemin menolak permintaan Minho mentah-mentah meski ia juga sangat menginginkannya.

“Tapi–”

“Tapi atau tidak sama sekali?” sergah Taemin sebelum Minho menyelesaikan perkataannya.

“Baiklah. Anggap saja ini sebagai hadiah ulang tahunmu dariku. Aku mengalah kali ini,” Untuk hal ini Minho tak bisa  lepaskan begitu saja. Ia terpaksa mengalah untuk Taemin daripada tidak sama sekali.

– FIN –

A.n : Akhirnya terpost jugaa. Pendek ya? Gantung ya? Maafkeun~ kan biar antimainstream diulangtahun dia aku bully gitu haha. Btw, happy birthday Lee Taemin! Semoga makin manly/?, semoga makin disayang SM, semoga sukses sama debutnya di Jepang, semoga makin banyak yang cinta, semoga Minho makin sayang ya sama kamu, semoga Minho ngasih hadiah lebih dari yang aku tulisin di fiction wkwk.

PLEASE REMEMBER THIS PLOT IS MINE!
bluesch©2016
Cover©Onhaevil Art

Advertisements

15 thoughts on “키스 (Kiss) [Special Edition on 24th Taemin’s Birthday]

  1. Ervia 2017-03-05 / 11:02 am

    Hahaha dodol..
    masa mau main di dalam mobil..

    Kadang kadang berdua ini ya 😂

    Theme real life story, aku suka aku suka~

    Like

    • nad (bluesch) 2017-03-05 / 1:24 pm

      Tapi terkadang main dalam mobil itu tantangan loh. Apasih. Terima kasih sudah berkunjung 😉

      Like

  2. taelsafeels 2016-09-01 / 10:23 pm

    Waw minho, kau tau melakukan itu di mobil sedikit tidak nyaman /? Wkwk dasar mesum !

    Like

    • bluesch 2016-09-01 / 10:24 pm

      Si minho udah pengalaman sih hahaha

      Bacain semua fiction nih ceritanya kkk. Makasih yaa~

      Like

  3. SikhoHoon 2016-07-22 / 12:07 am

    Ah…. Baper apa lagi sekarang janrang banget monet mereka, ayo atuh dipanjut ha…ha… Jadi pentau apa hadiah minho buat sang kekasih

    Like

    • bluesch 2016-07-22 / 9:20 am

      Lanjutin sendiri ajin, karena imajinasi sendiri itu lebih menyenangkan, lebih hot, lebih rrawr wkwk.

      Tengkiss sikhoo udah mampir😘

      Like

  4. knowkeys 2016-07-21 / 4:27 pm

    mwoya?? ahaha pasangan mesum ini elaah. masa ia ahahhh huuh sana cari hotel dulu ahahah. tetem kasian amat. elaah kita sama weh pelupa again ahahah

    Like

    • bluesch 2016-07-21 / 9:19 pm

      Sebenernya yang mesum sih minhonya. Taemin mah mesum kalo ada maunya aja ._.

      Gomawoong udah mampir dan feedback ya ^^

      Like

  5. nurullulustory 2016-07-18 / 4:43 pm

    Huwaaaaaa. …sekalian akak baca dek..hihi

    Lomantis cekalii u,u. ….bkin aku cemburu 😂 happy Birthday ya Taeminie doanya sm kyak doa author nya aja deh hihi..wish you all the best . …btw nanggung dek, iya…. haha otak yadong nya kluar *kaborr

    Like

    • bluesch 2016-07-18 / 4:49 pm

      Aku mah gbs bikin ‘anu’ makanya aku stop hahaha. Makasih udah berkunjung kak^^

      Liked by 1 person

      • nurullulustory 2016-07-18 / 5:04 pm

        Fahahahaaaa. ..gppa dek biar anu nya yg bkin 2min aja…kwkwkwkwkkw
        Sama2 😚

        Liked by 1 person

Fill this if you wanna say something about my post.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s