Failed Revenge

 

90726ba1-6275-4c3f-9c00-b0054c92456eA fiction by bluesch ©2016
A poster by flamintskle
| Minho, Taemin |

•cue•

Matahari pagi hari ini tampaknya lebih terik dari biasanya. Kendati begitu teriknya pagi tak mampu membangunkan seorang lelaki cantik dari atas ranjang. Ia masih saja bergumul dengan selimut lembutnya itu. Hingga sebuah suara mulai mengusik tidur indahnya.

“Lee Taemin! Kau tak mau bangun? Hari ini kita ada kuliah, kau bisa terlambat nanti,” ucap seorang lelaki berperawakan tinggi tegap yang sudah rapi dengan kemeja santainya.

“Kau duluan saja, Bi. Aku nanti menyusul. Aku masih ngantuk,” jawabnya lemas dan semakin mengeratkan gumulan selimut ditubuhnya yang ramping.

Plak! Suara tamparan dibokong si lelaki cantik terdengar sedikit memikik dan ia segera membuka mata kaget sekaligus meringis merasa sakit.

“Ini sudah jam setengah sembilan pagi. Akan bangun jam berapa kau? Apa kau lupa hari ini Profesor Ha yang mengajar menggantikan Dosen Kang? Dan kau tahu betapa killernya Profesor Ha, huh?” marah sang lelaki yang notabene kekasih Taemin–si lelaki cantik. “Ah terserah kau saja. Jika kau dihukum dan tak boleh masuk kelas itu bukan urusanku,” tegasnya lagi meninggalkan Taemin yang hanya terdiam mendengar omelan Minho–sang kekasih.

“Argh! Kenapa jadi dia yang marah-marah? Harusnya aku yang marah karena membuat badanku remuk dalam semalam suntuk!” kesal Taemin mengacak rambut berantakannya setelah Minho menghilang di balik pintu kamar mereka.

•••

Terdengar suara kaki yang terseok-seok memaksa berjalan disepinya lorong kampus ini. Taemin. Pemuda cantik itu yang merasakannya. Ya. Sakit memang hingga ia tak bisa berjalan. Dalam hati ia terus saja memaki kekasihnya yang tidak bertanggung jawab.

“Dia yang melakukan. Dia yang marah. Dan dia juga yang meninggalkanku. Cih. Kekasih macam apa kau, Choi Minho. Awas saja!” pekiknya tertahan sembari merintih menahan sakit di daerah selangkangannya.

Sampailah ia di depan pintu kelas. Melirik sedikit untuk mengecek apakah sang dosen yang terkenal killer itu sudah memasuki kelas atau belum, mengingat ia terlambat 5 menit dari waktu yang ditentukan.

Menghela nafas lega setelah ia memastikan bahwa sang dosen belum memasuki ruangan. Dan sesegera mungkin ia masuk kelas.

Awalnya teman-temannya tak heran saat Taemin memasuki kelas, namun lambat laun mereka mulai mengernyitkan dahi bingung karena cara jalan Taemin yang terseok dan.. sedikit mengangkang.

Taemin yang menyadari hal itu hanya acuh dan melanjutkan jalan menuju kursinya.

“Ya. Kau kenapa? Kenapa jalanmu seperti itu?” tanya salah satu teman di sebelah kursi Taemin.

“Tak apa-apa,” balasnya canggung. Setelahnya melirik Minho yang duduk tak jauh darinya dan melolotinya.

Minho yang ditatap seperti itu seakan-akan tak mengerti maksud Taemin.

“Apa?” tanya Minho tak bersuara.

“Ini salahmu! Tunggu pembalasanku, Choi Minho! Kau harus bertanggungjawab atas ini,”

“Baiklah. Kutunggu balas dendammu, Lee Taemin,”

Seperti yang terlihat, mereka berkomunikasi tanpa gerakan bibir, tanpa suara, bahkan tanpa gesture tubuh sekalipun. Mereka.. berkomunikasi melalui mata dan hati mereka.

•••

Setelah kelas mereka usai. Minho segera menghampiri kursi Taemin yang tak jauh dari kursinya untuk menyeretnya kesuatu tempat.

Taemin yang sedang merapikan mejanya terlihat kaget dan bingung dengan tindakan Minhonya. Minho menariknya paksa. Ya walaupun tempo berjalan Minho tidak terlalu cepat, tapi tetap saja Taemin tak bisa mengimbangi karena selangkangannya yang masih sedikit sakit.

“Bi, kau bisa pelan-pelan?” omel Taemin yang meringis menahan sakit.

“Tidak. Kita harus selesaikan masalah kita sekarang Lee Taemin,” jawab Minho dingin.

“Ck. Selalu saja,” gerutu Taemin. Itu kebiasaan Minho. Jika mereka sedang marahan, Minho selalu saja memanggilnya dengan nama lengkap. Menyebalkan memang.

Brak! Sebuah pintu terbuka dengan kerasnya oleh siapa lagi kalau bukan Choi Minho. Ia lalu menutupnya kembali dan.. menguncinya.

“K-Kenapa kau menguncinya, Bi?” tanya Taemin takut-takut dan memundurkan dirinya sementara Minho terus saja mendesak Taemin.

Tanpa sadar dibelakang Taemin sudah ada meja yang berarti Taemin sudah tak bisa bergerak karena kedua tangan kekar Minho sudah memenjaranya.

“Aku tahu kalau kau akan balas dendam kepadaku tentang kejadian tadi pagi. Ah bukan. Mungkin kejadian tadi malam? Aku sudah mengajakmu ketempat ini, lalu mana balas dendammu? Hm?” tanya Minho seduktif sekali seraya mendekatkan wajahnya kewajah Taemin dengan santainya.

“Bagaimana kau tahu tentang itu?” bukannya menjawab, Taemin malah balik bertanya dengan gugup.

I know you very well, Dear,

“Tapi tidak ditempat seperti ini, Sayang,” ujar Taemin berbalik menggoda Minho dengan mengalungkan kedua tangannya di leher Minho.

Why not? Ini ruang pribadi Ketua Senat. Aku bisa melakukan apapun di ruang ini tanpa diketahui siapapun. Lagipula–” Minho sengaja menggantungkan ucapannya dan semakin mendekatkan tubuhnya ke tubuh Taemin. “–aku sudah menguncinya, Sayang,” melanjutkan ucapannya dengan sedikit mendesah menggoda Taemin.

Cup. Sebuah kecupan singkat mendarat dibibir plum Taemin yang sejak tadi memang dirindukan oleh Minho.

It’s no big deal. Selama ini masih tergolong tempat umum, aku tak mau,” tegas Taemin mendorong tubuh Minho agar menjauh.

Just why?” kesal Minho.

“Kan sudah aku jelaskan alasannya. Tak. Mau. Selama. Masih. Tergolong. Tempat. Umum! Mengerti?”

“Lee Taemin.. Ayolah,” rengek Minho melepas semua imej gagah kerennya dihadapan Taemin semata.

“Dan ya. Aku yang sedang marah saat ini. Aku berhak melakukan apapun untuk hukumanmu. Tapi pengecualian jika ditempat umum. Mengerti?” ucap Taemin lebih tegas. Terlihat ia menunjuk Minho dengan jari telunjuknya. Ingin rasanya Minho gigit jari telunjuk itu.

Namun, belum sempat ia menggigitnya, Taemin sudah lebih dulu menjauh keluar ruangan. Dan blam! Taemin menutupnya dengan keras.

“Brengsek kau Lee Taemin! Kau meninggalkanku dengan keadaan seperti ini. Awas saja. Aku makan hidup-hidup kau malam ini,”

•fin•

A.n : ngehahaha gaje ya fiksinya. Emang! Jadi out of judul gitu ya hmm. Btw ini fiksi yang pernah aku singgung di review ttb. Dan that is kak gea’s poster!! Yeeey!! Finalleh kak gea so sweet tauk. Dia belain nyelesaiin poster requestan aku pas sibuk gitu. Thanks alot ya kak! Lain kali kalo aku mau request aku kasih deadline yg lama deh biar ga buru-buru wkwk

Advertisements

Fill this if you wanna say something about my post.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s