Airplane to Bali

A 2Min fanfiction by bluesch ©2017

| Minho, Taemin |

An: Hanya cerita pendek ditengah malam yang tidak berbobot. Maafkan.

-cue-

“Ayah, sebenarnya kita mau kemana? Kenapa tidak sampai-sampai, sih?” tanya bocah kecil yang duduk di samping sang ayah.

“Kita kan mau liburan ke Bali. Perjalanan masih jauh. Kalau kakak bosan, tidur saja. Nanti kalau sudah landing, ayah bangunkan,” jawab sang ayah lembut.

“Kakak tidak mengantuk. Adik-adik juga tidak tidur.” Memang dasar sang anak tertua ini keras kepala seperti ibunya–atau ayahnya juga.
“Oke. Karena kalian tidak mau tidur sedangkan ini sudah malam dan waktunya kalian istirahat, ayah akan mengadakan sayembara kecil,” putus sang ayah saat si kecil terlihat tidak mau tidur dan rewel di pangkuan istrinya hingga orang lain di sebelahnya tampak terganggu. Kedua anaknya yang sudah beranjak dewasa itu segera saja mengerutkan kening bingung. Tak terkecuali istrinya yang sedang memangku anak ketiga mereka.

“Barang siapa yang tidur lebih dulu, nanti setelah bangun akan ayah beri kecupan sayang. Siapa yang mau?”

“Aku!” jawab ketiga anaknya serempak.

“Nah, kalau begitu, siap-siaplah untuk istirahat!” perintah ayahnya.

Anak-anaknya mulai mengambil selimut yang sudah disediakan oleh pihak penerbangan untuk bersiap-siap tidur. Sang ayah yang memang sengaja duduk di antara anak-anaknya melirik kearah sang istri.

Aigoo-ya,” kagetnya setelah melihat ternyata sang istri lebih dulu tertidur, padahal anak-anak mereka baru akan menutup mata. “Dasar, Lee Taemin. Dengan anak sendiri saja cemburu,” ujarnya lirih sambil memerhatikan wajah cantik istrinya. “Gwiyeowora..”

Senyumnya belum hilang saat melirik anak-anaknya dan mereka sudah mulai terlelap. Bermaksud menghampiri sang istri yang berada di samping jendela dan..

Cup.

“Selamat malam, Sayang. Semoga malammu menyenangkan,” ucapnya setelah mengecup kening sang istri tercinta.

“Semoga malammu menyenangkan juga, Sayang,” sahut lembut si pemuda manis itu yang ternyata belum sepenuhnya tidur dan membuka perlahan mata indahnya kemudian tersenyum manis pada sang suami kemudian..

Cup.

Kecupan kali ini ditujukan untuk sang suami dari istrinya. Terlebih di bibirnya. Mereka berdua tersenyum bahagia.

“Harusnya di bibir, Sayang, bukan di kening,” gerutu lucu sang istri.

“Jadi kau tak mau aku kecup di kening?” cetus sang suami yang berpura-pura marah. “Lagipula kau akan tetap mendapatkan bibirku sepuasnya besok,” kata sang suami seraya tersenyum lembut kemudian menyelipkan rambut sang istri ke belakang telinganya. “Tidurlah. Kau pasti lelah. Sweet dream, Dear,” hanya dibalas gumaman dan senyuman manis dari sang istri. Tak ada hal yang lebih membahagiakan dibandingkan bersama dengan istri dan anak-anak mereka.

-fin-

An : Ini hanya selingan yang pendek ya gengs. Abisan udah lama bikin dan sampai jamuran di draft, setiap hari diingetin terus sama wp kalau disuruh posting sampai hampir satu bulanan lol.